RSS

PENELITIAN UNGGULAN STRATEGIS NASIONAL

Pendahuluan

Tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah meningkatkan kontribusi ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya (IPTEKS-SOSBUD) untuk mengembangkan kemampuan dalam memenuhi hajat hidup bangsa; menciptakan rasa aman; memenuhi kebutuhan dasar, energi, pangan dan kesehatan; memperkuat sinergi kebijakan IPTEKS-SOSBUD dengan kebijakan sektor lain; mengembangkan budaya iptek di masyarakat; meningkatkan komitmen bangsa terhadap pengembangan IPTEKS-SOSBUD; mengatasi degradasi fungsi lingkungan; mengantisipasi dan menanggulangi bencana alam; serta meningkatkan ketersediaan dan kualitas sumber daya IPTEKS-SOSBUD, baik sumber daya manusia, sarana dan prasarana, maupun pembiayaan IPTEKS-SOSBUD.

Penelitian sudah banyak dikerjakan oleh para peneliti tetapi masih bersifat parsial dan sporadis sehingga dibutuhkan upaya untuk memadukan, agar penyelesaian masalah strategis yang bersifat nasional menjadi lebih fokus, lebih komprehensif, dengan cara yang lebih efisien, baik dari segi sumber daya manusia dan waktu maupun sumber daya (biaya). Skim penelitian yang didanai melalui hibah ini difokuskan bagi penguatan penelitian/riset terinstitusi (kegiatan penelitian berbasis kelembagaan) yang ditawarkan kepada unit peneliti (bukan individu peneliti) yang berada dibawah koordinasi lembaga penelitian, fakultas/sekolah, departemen/jurusan dan bukan program studi. Salah satu tujuannya adalah terwujudnya pusat penelitian unggulan (research center of excellent), yang mampu menumbuhkan kapasitas inovasi sejalan dengan kemajuan teknologi state of the art of technologies dan berorientasi pada market driven serta implementasi hasil penelitian untuk pengembangan industri dan pembinaan karakter bangsa.

Mengacu kepada Agenda Riset Nasional 2010 – 2014 dan Bidang prioritas nasional yang bersifat strategis maka kajian yang diprioritaskan dalam skim Penelitian Unggulan Strategis Nasional ini ditetapkan bersifat semi top down yaitu : (1) bidang ketahanan pangan secara luas (tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan dan perkebunan), (2) bidang kesehatan dan obat-obatan, (3) bidang energi baru dan terbarukan, (4) bidang pertahanan dan keamanan, (5) bidang teknologi informasi dan komunikasi, (6) bidang kebaharian dan kelautan, dan (7) bidang seni dan budaya. Semua bidang kajian berujung akhir pada pembangunan dan pembinaan karakter bangsa. Dalam kaitan dengan bidang kajian ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dapat menetapkan kebijakan lain sesuai dengan urgensi penelitian.

Dalam skim penelitian ini seyogyanya ada keterlibatan mitra industri atau lembaga penelitian/badan litbang pemerintah sehingga nantinya dapat terbentuk jejaring kerja sama antara perguruan tinggi dan mitra industri atau para pengguna untuk saling bersinergi. Substansi penelitian yang dilaksanakan merupakan kegiatan lanjutan ataupun sentuhan akhir bagi penelitian-penelitian terkait yang sudah atau sedang dikerjakan sebelumnya (bukan penelitian dasar). Program Penelitian Unggulan Strategis Nasional dikembangkan dengan pertimbangan sebagai berikut : (1) Masih banyak sektor produksi strategis yang belum terimplementasi karena lemahnya penguasaan dan integrasi antar bidang keilmuan; (2) Selain itu, teknologi yang terkait dalam sektor strategis sudah mengalami kemajuan yang cepat, sehingga diperlukan upaya yang lebih ekstensif untuk menguasai kemajuan teknologi tersebut; (3) Perlunya upaya yang komprehensif untuk memetakan (technology roadmap) (4) Perlunya pengembangan industri nasional yang dapat diintegrasikan dengan upaya pembangunan karakater bangsa sedemikian rupa sehingga bangsa Indonesia tidak sekedar menjadi pasar/pengguna (user) dan tempat relokasi bagi industri dunia. Sehingga pada akhirnya industrialisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan keadilan serta kebanggaan bagi Bangsa Indonesia.

Program Penelitian Unggulan Strategis Nasional diluncurkan oleh Ditjen DIKTI untuk memfasilitasi hal-hal tersebut diatas. Program ini sangat terkait dengan penguatan rantai dukungan teknologi (Technology supply chains). Selain itu program inipun harus berorientasi pada kegiatan produksi yang spesifik danmarket driven (permintaan pasar). Maka teknologi yang akan dikuasai dan dikembangkan, yang dipetakan dalam bentuk roadmap harus memiliki hubungan yang kuat dengan teknologi produk danteknologi proses produksi yang terkait dengan sektor strategis dan pembinaan karakter bangsa.

Tujuan

Program Penelitian Unggulan Strategis Nasional ini bertujuan untuk:

  1. Penguatan penelitian terinstitusi, (kegiatan penelitian berbasis kelembagaan bukan penelitian individu) untuk terwujudnya pusat penelitian unggulan (research center of excellent) di perguruan tinggi serta menumbuhkan kapasitas inovasi institusi sejalan dengan kemajuan teknologi (state of the art of technologies) dan permintaan pengguna (state of the art of technologies)
  2. Memfasilitasi dukungan dana riset bagi unit pengusul di lingkungan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian yang dapat menyelesaikan masalah yang relevan dengan unggulan yang bersifat strategis dan berskala nasional.
  3. Mengorientasikan kemampuan yang telah terakumulasi di unit pengusul atau kerjasama sama antar unit pengusul untuk membangun dan membentuk technology roadmap untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan yang berorientasi kepada kebutuhan pengguna (user oriented) atau (market driven) (termasuk masyarakat).
  4. Menjawab permasalahan bangsa yang strategis untuk jangka pendek, menengah dan panjang yang terkait dengan bidang ketahanan pangan secara luas (tanaman pangan , hortikultura, peternakan, perikanan dan perkebunan), bidang kesehatan dan obat-obatan, bidang energi baru dan terbarukan, bidang pertahanan dan keamanan, bidang teknologi informasi, komunikasi, bidang kebaharian dan kelautan, serta bidang seni dan budaya. Semua bidang kajian berujung akhir pada pembangunan dan pembinaan karakter bangsa.
  5. Pengembangan industri nasional yang berkarakter bangsa melalui upaya pemanfaatan temuan/inovasi penelitian nasional dan kerarifan lokal, pemanfaatan sebesar mungkin muatan bahan dan sumberdaya lokal, peningkatan peran SDM bangsa sebagai pengelola industri nasional dan formulasi kebijakan yang mendukung perubahan perilaku masyarakat untuk menghargai produk industri nasional.
  6. Mempercepat terwujudnya industri strategis yang terintegrasi pada bidang kajian sebagaimana pada butir 4, dalam rangka pembangunan dan peningkatan karakter bangsa.
  7. Membentuk jejaring kerja sama/kemitraan antara perguruan tinggi dengan mitra agar saling bersinergi mulai dari dukungan riset, kerjasama, pengalihan knowledge dan alih teknologi (PP No.20 Tahun 2005; UU No.18 Tahun 2002).
  8. Mempercepat terwujudnya industrialisasi yang terintegrasi pada bidang yang dinyatakan pada butir 4.
  9. Memicu pengembangan industrial) cluster termasuk partisipasi aktif dunia usaha dengan mengikutsertakan usaha kecil dan menengah berbasis teknologi

Luaran dan Sasaran

Program Penelitian Unggulan Strategis Nasional diharapkan dapat menghasilkan luaran berupa:

  1. Proses dan produk teknologi atau jasa yang dapat dialihkan kepada pelaku industri atau dapat diadopsi oleh para pengguna untuk dapat diproduksi atau produk pengetahuan dalam proses & produk teknologi yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi atau kapasitas produksi. Teknologi baru (new technology) atau frontier technology untuk menjawab permasalahan bangsa yang strategis.
  2. Teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan oleh para pengguna dalam bidang yang diprioritaskan dan mengupayakan dengan tuntas teknik/rekayasa sosial untuk pencapaian pembinaan karakter bangsa.
  3. Karya-karya inovasi yang bisa diusulkan untuk mendapat perlindungan kekayaan intelektual / HKI (paten, hak cipta dsb).
  4. Publikasi, artikel ilmiah nasional / internasional.
  5. Model pemberdayaan masyarakat yang dapat didesiminasikan.
  6. Terwujudnya technology roadmap yang relevan dengan perkembangan bidang strategis/ sektor produksi strategis.
  7. Terjalinnya hubungan kerja sama dengan sesama perguruan tinggi, dengan balai-balai penelitian dan pengembangan yang bernaung dalam Kementerian teknis, dan pemerintah daerah atau mitra industri.
  8. Terbangunnya techno-industrial cluster, yaitu jaringan kemitraan antara industri, pemerintah/ pemda dan perguruan tinggi yang terkait dengan cluster kegiatan produksi yang dituju dan masyarakat.
  9. Tersusunnya sistem pelembagaan industrialisasi kearah karakter bangsa yang dibangun melalui kebijakan publik dan perubahan perilaku masyarakat dan manajemen.

Kriteria dan Persyaratan Pengusul

  1. Tim peneliti dari Unit pengusul dan mitra (industri swasta/pemerintah atau lembaga pemerintah) harus sesuai dengan bidang strategis yang diusulkan. Mitra pengusul wajib memberikan dukungan dana penelitian secara in kind atau in cash.
  2. Tim pelaksana (ketua dan anggota peneliti) Unggulan strategis Nasional tidak lebih dari 6 (enam) orang, terdiri atas peneliti perguruan tinggi dan praktisi dari mitra industri/pengusul terkait (jika ada) dengan bidang yang diusulkan Unit pengusul adalah perguruan tinggi negeri maupun swasta yang memiliki keunggulan dalam bidang penelitian dan tidak melanggar ketentuan perundangan.
  3. Ketua Peneliti (PI) adalah dosen tetap perguruan tinggi yang mempunyai NIDN dan bergelar Doktor (S3). Ketua Peneliti (PI) tercatat sebagai anggota dari suatu unit penelitian dan tidak harus sebagai ketua unit penelitian tersebut. Ketua unit pengusul (pimpinan perguruan tinggi) tidak boleh menjadi ketua peneliti (PI).
  4. Jumlah praktisi yang terlibat sebagai anggota peneliti maksimal 2 orang. Keterlibatan mitra industri/pengusul akan memberikan nilai tambah dalam penilaian proposal.
  5. Profil unit pengusul harus sesuai dengan produk yang akan dihasilkan, dan tim pelaksana memiliki track record yang relevan dengan usulan proposal dan networking dengan mitra pengguna yang relevan.
  6. Setiap unit pengusul (perguruan tinggi) hanya dapat mengusulkan maksimum 4 proposal dengan ketentuan ketua peneliti (PI) dan anggotanya hanya terlibat dalam satu proposal.
  7. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dapat menetapkan kebijakan lain sesuai dengan urgensi penelitian.

Tahapan Seleksi

Pada prinsipnya penelitian ini didasarkan atas kompetisi untuk menjaring proposal yang bermutu oleh reviewer dari Dit. Litabmas Dikti dan pakar dari institusi lain yang kompeten. Tahapan Metode Seleksi Meliputi:

  1. Seleksi Tahap 1: Desk evaluasi terhadap pra-proposal (lihat formulir penilaian pada Lampiran 4a dalam Lampiran Umum). Pengusul yang pra-proposalnya dinyatakan lolos pada hasil seleksi tahap I diminta untuk mengajukan proposal lengkap;
  2. Seleksi Tahap 2: Desk evaluasi proposal lengkap (lihat formulir penilaian pada Lampiran 4a dalam Lampiran Umum);
  3. Seleksi Tahap 3: Presentasi proposal yang lolos seleksi pada tahap 2;
  4. Seleksi Tahap 4: Site visit ke institusi pengusul yang proposalnya dinyatakan lolos seleksi tahap 3 (lihat formulir penilaian pada Lampiran 4b dalam Lampiran Umum);
  5. Tim reviewer/pakar menyerahkan hasil penilaian kepada Direktur Dit.Litabmas Dikti untuk dijadikan dasar pertimbangan pendanaan;

Pelaksanaan Kegiatan

Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian, Ketua Tim Peneliti berkewajiban untuk:

  1. Mengembangkan organisasi dan sistem manajemen yang solid dan accountable,
  2. Melaksanakan rencana yang telah disusun untuk mencapai sasaran dan keluaran strategis yang telah ditentukan,
  3. Mengupayakan pemutakhiran (up-dating) terhadap technology roadmap dan rekayasa sosial serta memantau penguasaannya,
  4. Mengamankan dan mengelola teknologi yang dihasilkan (patent, industrial design, trade secret,dll.),
  5. Mengupayakan langkah promosi untuk produk yang potensial,
  6. Mengupayakan mekanisme alih teknologi dan menyediakan dukungan teknis, agar hasil kegiatan dapat diadopsi oleh industri dan masyarakat, dan
  7. Menyampaikan laporan kegiatan kepada Ditlitabmas Dikti. Semua kegiatan pelaksanaan program harus tercatat dalam Buku Catatan Harian Penelitian (Logbook).

Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan

Pemantauan pelaksanaan kegiatan Program Penelitian Unggulan Strategis Nasional dilakukan oleh Tim Pemantau yang ditugaskan oleh Dit. Litabmas Dikti. Evaluasi dilakukan oleh Tim Pemantau dengan anggota yang ditentukan oleh Dit. Litabmas Dikti. Dalam kegiatan evaluasi, semua Laporan Pemantauan dijadikan sebagai masukan pokok. Beberapa aspek penting yang perlu dievaluasi pada tahap presentasi proposal adalah:

  1. Kualitas dan kelengkapan rencana kegiatan,
  2. Metodologi penelitian yang diterapkan,
  3. Kelengkapan dan kinerja sistem manajemen kegiatan,
  4. Sistem pengelolaan, basis data, dan dokumentasi penelitian,
  5. Pencapaian sasaran kegiatan, keluaran serta hambatan dan penyimpangan dari rencana awal,
  6. Prospek pencapaian tujuan kegiatan secara menyeluruh, dan
  7. Justifikasi anggaran penelitian.

Pada evaluasi tahunan/akhir penelitian akan dipantau aspek-aspek yang terkait dengan :

  1. Efektivitas Program Penelitian Unggulan Strategis Nasional dalam menghasilkan teknologi produk dan teknologi proses produksi yang dapat diadopsi oleh dunia usaha dan masyarakat pengguna dengan menggunakan state of the art technologies, dan
  2. Pembandingan capaian indikator kinerja peneliti dan efektivitas intervensi dalam pembinaan karakter bangsa ke arah yang lebih baik. Formulir monitoring dan evaluasi lapangan dapat dilihat pada Lampiran 6a dalam lampiran Umum.

Dokumentasi dan Informasi

Pelaksana Program Penelitian Unggulan Strategis Nasional wajib menyusun dokumentasi yang terkait dengan perencanaan dan pelaporan pelaksanaan kegiatan yang dikelolanya, serta menyiapkan berbagai bentuk informasi yang diperlukan dan pertanggungjawaban publik dari dokumen yang menjadi dasar seluruh kegiatan. Kemudian membuat Laporan Kinerja Kegiatan, Laporan Kemajuan Pekerjaan, dan Laporan Akhir. Sedangkan untuk publikasi umum dengan menerbitkan profil kegiatan, brosur, leaflet, publikasi ilmiah, makalah HKI, dan sebagainya.

Dari uraian di atas tampak jelas bahwa walaupun inti kegiatan Program Penelitian Unggulan Strategis Nasional adalah penelitian dan pengembangan, namun harus memiliki orientasi yang terkait secara erat dengan kebutuhan stakeholders dalam rangka membina karakter bangsa.

Sistematika Pra-Proposal Teknis Kegiatan

Pra-proposal teknis berisi penjelasan tentang kegiatan yang diusulkan dalam kerangka sebagai berikut: Jumlah halaman untuk pra-proposal maksimum 5 halaman (di luar lampiran).

ABSTRAK (maksimum ½ halaman)

Tuliskan secara komprehensif kegiatan yang akan dilaksanakan dengan menjelaskan masalah yang akan ditangani dan latar belakang, tahap-tahap kegiatan, kegunaan hasil, dan metodologi yang digunakan. Cantumkan pula lima kata kunci yang dominan.

PENDAHULUAN (maksimum ½ halaman)

a. Latar belakang signifikansi dan pentingnya kegiatan/teknologi dan intervensi sosial yang dihasilkan bagi pembangunan,

b. Perumusan permasalahan (problem statement),

c. Tujuan dan sasaran,

d. Lokasi kegiatan.

KELAYAKAN TEKNIS (maksimum 1 halaman)

a. Kesesuaian dan keselarasan teknologi/kegiatan penelitian dengan kebutuhan,

b. Perencanaan pelaksanaan kegiatan,

c. Kesinambungan dan pemanfaatan produk iptek yang dihasilkan,

d. Mitra Industri/lembaga pemerintah/badan litbang.

METODE DAN MEKANISME ALIH TEKNOLOGI/DISEMINASI DAN ATAU INTERVENSI SOSIAL (maksimum ½ halaman)

Uraikan secara jelas pendekatan dan langkah dalam melaksanakan kegiatan sampai produk iptek dapat diterima dan bermanfaat baik bagi pengguna.

PEMANFAATAN HASIL (maksimum ½ halaman)

a. Strategi Pemanfaatan Hasil Kegiatan.

b. Prospek/Peluang Pemasaran Produk dan Market Acceptance.

c. Kelayakan Komersial dan Bisnis Produk atau intervensi sosial yang dapat memperbaiki karakter bangsa.

ORGANISASI DAN PERSONIL PELAKSANA KEGIATAN (maksimum ½ halaman)

Cantumkan nama lengkap, gelar kesarjanaan, pria/wanita, unit kerja, bidang keahlian dan tugas dalam kegiatan, pendidikan terakhir, serta Riwayat Hidup, alokasi waktu (jam/minggu), nama lembaga. Sertakan pula surat pernyataan kesanggupan menyelesaikan kegiatan.

JADWAL KEGIATAN (halaman disesuaikan)

Secara rinci harus mencantumkan seluruh kegiatan dalam 2 tahun dengan batas waktu setiap tahun sampai akhir bulan November.

DAFTAR PUSTAKA (maksimum 5 pustaka yang sangat relevan)

INDIKATOR KEBERHASILAN.

*Tuliskan kuantitasnya jika memungkinkan, atau uraikan dalam narasi

LAMPIRAN

Lampiran 1 : Rekapitulasi biaya yang diusulkan (Tahun 1).

Format Biodata ketua dan anggota tim peneliti..

(Wajib ditandatangani asli dengan tinta WARNA BIRU)

A. Identitas Diri

B. Riwayat Pendidikan

C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir

(Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi)

*Tuliskan sumber pendanaan: PDM, SKW, Pemula, Fundamental, Hibah Bersaing, Hibah Pekerti, Hibah Pascasarjana, Hikom, Stranas, Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional, RAPID, Unggulan Stranas, atau sumber lainnya.

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Tahun Terakhir

Tuliskan sumber pendanaan: Penerapan IPTEKS-SOSBUD, Vucer, Vucer Multitahun, UJI, Sibermas, atau sumber lainnya.

E. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Dalam 5 Tahun Terakhir

F. Pengalaman Penyampaian Makalah Secara Oral Pada Pertemuan / Seminar Ilmiah Dalam 5 Tahun Terakhir

G. Pengalaman Penulisan Buku dalam 5 Tahun Terakhir

H. Pengalaman Perolehan HKI Dalam 5 – 10 Tahun Terakhir

I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya Dalam 5 Tahun Terakhir

J. Penghargaan yang Pernah Diraih dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

Sistematika Proposal Lengkap Teknis Kegiatan

Proposal Lengkap teknis berisi penjelasan tentang kegiatan yang diusulkan dalam kerangka sebagai berikut: proposal lengkap diajukan setelah lolos seleksi tahap I. Jumlah halaman untuk kerangka proposal lengkap maksimum 25 halaman di luar lampiran.

Sistematika Proposal Lengkap meliputi:

DAFTAR ISI

ABSTRAK

Tuliskan secara komprehensif kegiatan yang akan dilaksanakan dengan menjelaskan masalah yang akan ditangani dan latar belakang, tahap-tahap kegiatan, kegunaan hasil, dan metodologi yang digunakan. Cantumkan pula lima kata kunci yang dominan.

PENDAHULUAN

Jelaskan latar belakang signifikansi dan pentingnya kegiatan/teknologi dihasilkan bagi kepentingan pembangunan, perumusan permasalahan (problem statement), tujuan jangka panjang dan tujuan khusus, sasaran yang ingin dicapai serta lokasi pelaksanaan kegiatan.

KELAYAKAN TEKNIS

a. Kesesuaian dan keselarasan teknologi/kegiatan penelitian dengan kebutuhan.

b. Perencanaan pelaksanaan kegiatan.

c. Kesinambungan dan pemanfaatan produk IPTEKS-SOSBUD dan atau hasil intervensi sosial yang dihasilkan.

d. Mitra industri/lembaga pemerintah/Badan Litbang/masyarakat.

METODE DAN MEKANISME ALIH TEKNOLOGI/DISEMINASI/INTERVENSI SOSIAL

Uraikan secara jelas pendekatan dan langkah dalam melaksanakan kegiatan sampai produk IPTEKS-SOSBUD dapat diterima dan bermanfaat baik bagi pengguna.

PEMANFAATAN HASIL

a. Strategi Pemanfaatan Hasil Kegiatan.

b. Prospek/Peluang Pemasaran Produk dan Market Acceptance.

c. Kelayakan Komersial dan Bisnis Produk atau intervensi sosial yang dapat memperbaiki karakter bangsa.

STRATEGI PELEMBAGAAN INDUSTRIALISASI KEARAH KARAKTER BANGSA

Uraikan secara Intervensi kebijakan dan perubahan perilaku masyarakat dan manajemen yang akan dilakukan sehingga dapat mendukung teruwujudnya karakter industrialisasi yang dibangun untuk pengkuatan karakter bangsa, dalam pemanfaatan temuan/inovasi penelitian nasional dan kearifan lokal, pemanfaatan sebesar mungkin muatan bahan dan sumberdaya lokal, peningkatan peran SDM bangsa sebagai pengelola industri nasional dan formulasi kebijakan yang mendukung perubahan perilaku masyarakat untuk menghargai produk industri nasional.

PERSONIL PELAKSANA KEGIATAN

Secara rinci harus mencantumkan seluruh kegiatan dalam 2 tahun dengan batas waktu setiap tahun sampai akhir bulan November.

DAFTAR PUSTAKA

Disusun berdasarkan sistem nama dan tahun, dengan urutan abjad nama pengarang, tahun, judul tulisan, dan sumber. Hanya pustaka yang dikutip dalam usul penelitian yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka.

Jadwal Kegiatan

  1. Pengumuman peluncuran program oleh Ditlitabmas Dikti;
  2. Batas akhir pra-proposal;
  3. Seleksi pra-proposal;
  4. Pengumuman pra-proposal yang diterima;
  5. Batas akhir proposal lengkap;
  6. Seleksi proposal lengkap/presentasi proposal;
  7. Site visit tim pakar ke pengusul/unit pengusul;
  8. Pengumuman proposal yang diterima;
  9. Penugasan penelitian;
  10. Monitoring lapangan;
  11. Monitoring terpusat; dan
  12. Laporan penelitian.

Waktu pelaksanaan program penelitian ini adalah sebagai berikut:

Jadwal bersifat tentative

Pembiayaan Kegiatan

Biaya penelitian yang disediakan adalah Rp. 500.000.000 – Rp. 1.000.000.000 per judul per tahun, dengan komponen pembiayaan sebagai berikut:

Sampul Muka

Sampul muka Pra-Proposal dan Proposal Lengkap berwarna krem seperti contoh berikut:

Sampul Muka

*Ketahanan pangan, kesehatan dan obat-obatan, energi baru dan terbarukan, pertahanan dan keamanan, teknologi informasi dan komunikasi, kebaharian dan kelautan, seni dan budaya

Halaman Pengesahan

Lembar Pengesahan

Lampiran

Lampiran 1: Rekapitulasi biaya yang diusulkan (Tahun 1)

1. Rincian gaji dan Upah

2. Rincian Bahan / Perangkat Penunjang / Peralatan

3. Rincian Perjalanan

4. Rincian Pengumpulan dan Pengolahan Data, Laporan, Publikasi, Seminar, Pendaftaran HKI dan lain-lain

Catatan : Standar pembiayaan harus sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Umum.

Lampiran 2: Biodata ketua dan anggota tim peneliti.

(Wajib ditandatangani asli dengan tinta WARNA BIRU)

A. Identitas Diri

B. Riwayat Pendidikan

C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir

(Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi)

*Tuliskan sumber pendanaan: PDM, SKW, Pemula, Fundamental, Hibah Bersaing, Hibah Pekerti, Hibah Pascasarjana, Hikom, Stranas, Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional, RAPID, Unggulan Stranas, atau sumber lainnya.

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Tahun Terakhir

Tuliskan sumber pendanaan: Penerapan IPTEKS-SOSBUD, Vucer, Vucer Multitahun, UJI, Sibermas, atau sumber lainnya.

E. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Dalam 5 Tahun Terakhir

F. Pengalaman Penyampaian Makalah Secara Oral Pada Pertemuan / Seminar Ilmiah Dalam 5 Tahun Terakhir

G. Pengalaman Penulisan Buku dalam 5 Tahun Terakhir

H. Pengalaman Perolehan HKI Dalam 5 – 10 Tahun Terakhir

I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya Dalam 5 Tahun Terakhir

J. Penghargaan yang Pernah Diraih dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

Lampiran 3: Surat Pernyataan Ketua Peneliti.

Lampiran 4: Surat Keterangan atau Nota Kesepahaman (MOU) dari Institusi Mitra tentang pelaksanaan kerjasama penelitian.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: