RSS

Dosen Tak Tahu Akses ke Jurnal

12 Jun

SOLO – Rencana Dirjen Pendidikan Tinggi menerapkan aturan baru soal syarat pengajuan guru besar harus memiliki minimal satu tulisan di jurnal internasional, akan menjadi kendala besar.

Sebab selama ini, jangankan menulis, membaca jurnal internasional saja masih jarang dilakukan dosen di perguruan tinggi. ”Banyak dosen enggan membaca jurnal internasional. Kalau itu saja tidak dilakukan, bagaimana mereka bisa menulis di jurnal?” kata Prof Dr Sunardi MSc, kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakatr (LPPM) UNS.

Meski demikian, itu syarat yang baik. Karena menjadi guru besar seharusnya memang memiliki karya menginternasional. Jadi, kualitas keilmiahan guru besar betul-betul bisa dipertanggungjawabkan dan layak.

Sebelumnya, Rektor Prof Ravik Karsidi mengatakan, ke depan syarat menjadi guru besar semakin sulit. Sebab akan dikeluarkan peraturan baru dari Dirjen Dikti, minimal calon guru besar harus memiliki satu tulisan yang dipublikasi di jurnal ilmiah internasional.

Sediakan Akses

Sunardi mengatakan, sebetulnya Kemdiknas sudah menyediakan akses yang banyak di semua perguruan tinggi. Yaitu berbagai jurnal nasional dan internasional yang bisa dibuka sendiri oleh para dosen.

”Dengan membaca jurnal itu, maka pengetahuan yang dimiliki setiap dosen akan berkembang, karena informasi hasil penelitian terbaru bisa diperoleh. Dari situ  mereka akan mengenal model penulisan yang harus dibuat di jurnal internasional.”

Persoalannya kembali pada dosen tersebut. Banyak yang enggan atau bahkan tidak tahu. Padahal itu sangat penting. Sebab dengan sering membaca jurnal itu maka mereka akan bisa memperoleh akses, bisa berkomunikasi langsung dengan penulis jurnal, lewat email atau blog yang disediakan.

Karena itu, LPPM menyambut baik rencana Rektor mengadakan pembimbingan pada para dosen di UNS, baik untuk menulis di jurnal nasional maupun internasional. Termasuk membantu menerjemahkan tulisan ke bahasa Inggris agar bisa dikirim ke jurnal internasional.

”Itu sangat perlu. Sebab sebetulnya banyak sekali hasil penelitian dosen di UNS yang berkualitas dan layak dipublikasikan secara internasional.”
Pihak kampus sudah mendorong dengan memberi insentif khusus pada dosen yang menulis di jurnal. Kalau tarafnya nasional, insentifnya Rp 1,5 juta, sedangkan internasional Rp 5 juta. Hanya memang masih sedikit sekali yang memanfaatkan.(an-75) (/)

Sumber :

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/06/18/149938/Dosen-Tak-Tahu-Akses-ke-Jurnal (12 Juni 2011)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 12, 2011 in LP2M

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: